PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) gelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi 2022. Aksi Bergizi di Sekolah kali ini diselenggarakan di Aula SMAN 8 Kabupaten PPU pada Rabu 26/10/2022).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinkes Kabupaten PPU Jansje Grace Maksuriat, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU Daman, Kepala SMAN 8 Kabupaten PPU Ahmad Zarkasi, Kepala UPT. Puskesmas Penajam beserta jajaran serta siswa-siswi SMPN 21 Kabupaten PPU dan SMAN 8 Kabupaten PPU.

Kegiatan ini diawali dengan senam sehat bersama dan sarapan sehat bersama para siswa-siswi dilanjutkan dengan Flashmob Tablet Tambah Darah (TTD) dan Aksi Konsumsi Tablet Tambah Darah secara serentak.

Kepala Dinkes Kabupaten PPU Jansje Grace Maksuriat membuka secara resmi kegiatan ini dan dalam sambutannya menyampaikan agar kegiatan ini dapat berlangsung setiap minggu sepanjang tahun dan dapat dilakukan oleh semua sekolah di Kabupaten PPU. Hal ini dilakukan guna menciptakan generasi yang sehat dan unggul untuk bangsa Indonesia.

“Saya kira ini kegiatan yang sangat baik, dapat dilakukan oleh semua sekolah menjadi kegiatan setiap Jumat. Setelah olahraga, murid bisa sarapan bersama, setelah itu minum tablet tambah darah bersama, supaya anak-anak sehat semuanya, ” ujarnya.

Salah satu upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yaitu menjaga kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, anak balita dan khususnya anak sekolah karena merupakan masa emas guna mencetak generasi yang baik kedepan.

“Kegiatan ini sangat menguntungkan siswa dan juga menguntungkan pihak sekolah untuk anak didik yang sehat, yang cerdas yang menghasilkan generasi yang unggul,”ujarnya.

Turut hadir pula secara virtual Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin menyapa para siswa-siswi dan menyampaikan saat ini Provinsi Kaltim masih menghadapi beban gizi ganda (double burden), kekurangan nutrisi (under nutrition) dan masalah kelebihan gizi (over nutrition).

“Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019 Provinsi Kaltim menunjukkan kecenderungan perbaikan status gizi pada balita, kurang gizi dari angka 16,6 persen turun menjadi 14,7 persen pada tahun 2018, yang kurus dari angka 11,6 persen turun menjadi 7,57 persen, begitu pun yang gemuk dari angka 12,6 persen turun menjadi 9,43 persen. Bapak Presiden telah mentargetkan pada tahun 2024 bisa menurunkan angka stunting dan angka anemia pada remaja putri, “pungkasnya. (Humas/mad/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *