PENAJAM – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam menghadiri sekaligus launching penggunaan Kartu Kendali Pembelian Jenis BBM Tertentu Solar Bersubsidi (Fuel Card 2.0) sektor Transportasi Darat di wilayah PPU, kegiatan tersebut berlangsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Provinsi Km 9 Kelurahan Nipah-Nipah.

Kartu tersebut dikeluarkan ada tiga jenis, kartu warna biru untuk kapasitas 40 liter, kartu warna hijau untuk kapasitas 60 liter sedangkan kartu warna merah untuk 80 liter setiap pengisiannya.

Hal ini tentu bertujuan sebagai upaya menertibkan distribusi BBM subsidi jenis Solar di Kabupaten PPU, maka PT. Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten PPU resmi menerapkan penggunaan Fuel Card atau kartu BBM subsidi jenis solar.

“Selama ini yang menjadi persoalan turun temurun dari dulu, kita bersusah payah kerjanya bersama TNI dan POLRI untuk mengamankan penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran tetapi kini diterapkannya Fuel Card tersebut semakin memudahkan pengawasan,” ungkap Hamdam.

Dikatakannya, jika pihaknya menyambut baik dengan diluncurkan Fuel Card. Tentu hal ini akan memudahkan pekerjaan pemerintah Kabupaten PPU, Polres PPU dan Kodim 0913/PPU yang selama ini ingin BBM subsidi solar itu tersalurkan tepat sasaran.

“Sekarang untuk menyelesaikan syarat-syarat administrasi kendaraan yang kayak mendapatkan Fuel Card segera diselesaikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam hal ini Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Lanjutnya, oleh karena itu, SKPD bersangkautan agar bisa memahami sistem yang telah dibangun untuk membantu agar penerapan fuel card ini berjalan secara maksimal, transparan dan akuntabel.

“Untuk data kendaraan akan kami berikan dukungannya, mana saja kendaraan yang layak mendapatkan Fuel Card itu,” tegas Hamdam.

Selama ini ia sangat berharap dalam penyaluran BBM subsidi bisa tersalurkan tepat sasaran dan dengan Fuel Card itu dapat lebih baik lagi. Terkait penentuan kuota BBM subsidi, ia pun berharap agar PT. Pertamina dapat memberikan tambahan khususnya bagi masyarakat yang bekerja sebagai petani.

“Sekarang sektor pertanian kebanyakan telah menggunakan mekanisasi atau alat sistem pertanian (alsintan), sehingga mereka juga berhak mendapatkan BBM subsidi. Semoga kedepan ini menjadi penentuan kuota tambahan,” tuturnya.

Sementara itu, Regional Manager Retail Sales PT. Pertamina Patra Niaga , Muhammad Iqbal Dain Kurniawan menambahkan, dulu dalam mengawasi pendistribusian BBM subsidi dilakukan dengan cara penertiban atau razia, tetapi sekarang dengan kartu Fuel Card 2.0 tidak lagi.

“Setiap kendaraan setiap hari hanya boleh satu kali pengisian dan tidak bisa pindah-pindah SPBU, karena penerapan Fuel Card khusus pembelian BBM subsidi,” jelasnya.

Ia juga berharap, dukungan Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sehingga penyaluran BBM subsidi bisa lebih tepat sasaran, masyarakat pun lebih mudah lagi mendapatkan BBM subsidi ini. (Diskominfo/mad/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.