PENAJAM – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar hadiri haul akbar ke dua, Aji Raden Kesuma bin Anden Oko, Anden Keddang, Aji Uya Sabandar, Aji Natam yang digelar di pemakaman Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Minggu, (21/8/2022).

Dalam kesempatan ini Tohar didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor, Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan, Camat Waru Haris Raffi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab PPU.

Dalam sambutannya Tohar mengatakan bahwa berdasarkan manaqib atau biografi yang telah disampaikan terkait dengan sejarah Aji Raden Kesuma bin Anden Oko, Anden Keddang, Aji Uya Sabandar, Aji Natam, bahwa ada kronologis para pejuang-pejuang kemerdekaan yang patut dibanggakan di Kabupaten PPU dan perjuangan itu patut memperoleh penghargaan.

”Oleh karena itu dari sejarah yang telah kita simak bersama, paling tidak kita yang hadir di sini maupun yang tidak hadir untuk selalu mendoakan beliau. Mudah-mudahan amal beliau diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diterima seluruh kebaikannya dan diampuni segala kesalahan-kesalahannya,” ucap Tohar.

Ditambahkan Tohar, bahwa patut kiranya semua orang mengambil hikmah baik yang tersirat maupun yang tersurat dari pelaksanan kegiatan yang persis berada di samping makam pada hari ini. Makna yang pertama adalah bahwa gambaran semua orang nanti, besok atau besok lusa akan berada sama seperti mereka yang telah dipanggil oleh Allah SWT.

”Ketika kita kembali seperti beliau-beliau ini, apa yang bisa kita bawa ke sana. Nah ini mungkin salah satu hikmah yang dapat kita ambil dan maknai dari kegiatan disini,” tambahnya.

Sementara ketua panitia kegiatan yang juga Ketua DPRD kabupaten PPU, Syahrudin M Noor mengatakan dirinya bersyukur bahwa haul kedua tersebut dapat dilaksanakan kembali.

Tujuannya bagaimana sejarah tersebut dapat dikenang kembali sehingga saat ini dapat berkumpul untuk menghaulkan para pejuang-pejuang kemerdekaan di Kabupaten PPU.

”Ini merupakan momentum yang sangat penting bagi kita semua karena banyak historis yang telah dilakukan oleh para berjuang kita untuk kemerdekaan bangsa ini, ” kata Syahrudin.

Menurutnya ada kronologis para pejuang-pejuang yang patut dibanggakan di Kabupaten PPU. Dari sejarah yang ada bahwa perjuangan para raja dalam rangka mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia ini sangat besar di sana.

“Harapan kita perjuangan-perjuangan itu dapat dituliskan dalam sejarah kemerdekaan bangsa ini khususnya di PPU supaya bisa diketahui oleh khalayak. Karena tidak mungkin kita menyampaikan kepada semua orang setiap saat tanpa ada buku rujukan sebagai pedoman,” ucapnya.

Dirinya berharap makam tersebut dapat dijadikan sebagai makam pahlawan sebagai penghargaan dari perjuangan raja terdahulu dari pemerintah Kabupaten PPU. Selain itu sampai saat ini PPU juga belum memiliki Makam Pahlawan sehingga momentum ini sangat tepat jika disampaikan kepada Pemda PPU supaya ini betul-betul menjadi situs kebanggaan daerah.

”Jadi bagaimanapun saya sangat berharap dan upaya-upaya itu harus kita penuhi supaya perjuangan kita ini bisa direalisasikan. Di daerah-daerah lain bisa, tentu di Kabupaten PPU juga bisa, apalagi kabupaten kita telah ditetapkan sebagai IKN sehingga jika suatu saat Presiden akan melakukan tabur bunga maka bisa juga datang ke PPU untuk melakukan tabur bunga di makam pahlawan ini,” harapnya.

Usai kegiatan ini Tohar didampingi Ketua DPRD PPU, Syahrudin M Noor dan undangan lainnya melakukan tabur bunga di makam Aji Raden Kesuma bin Anden Oko, Anden Keddang, Aji Uya Sabandar, Aji Natam yang merupakan pejuang kemerdekaan asal PPU tersebut. (Humas/mad/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *