PENAJAM – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Samarinda melakukan pengawasan bahan makanan di wilayah PPU.

BB POM Samarinda memberikan pendampingan kepada Dinas KUKM Perindag PPU berupa pelatihan dan alat uji (mini lab) untuk dapat menguji kelayakan bahan makanan dan air untuk konsumsi di wilayah PPU. Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan bahan makanan di wilayah PPU terbebas dari bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, methanil yellow dan rhodamin B (bahan pewarna tekstil).

Kepala UPT Pasar Penajam, Ali Musthofa ditemui saat menyaksikan pengujian sampel di Kantor UPT Pasar Penajam, Rabu (08/06/2022) menyebut saat ini tengah dilakukan pengambilan sampel bahan makanan dengan target seratus sampel di Pasar Penajam.

“Sementara mengambil seratus sampel mulai kerupuk, ikan kering, ikan asin, terasi, baik lokal maupun dari luar Pasar Penajam. Sementara masih fokus di Pasar Induk Penajam, baru selanjutnya bergeser ke wilayah lain,” sebutnya.

Nantinya, hasil temuan yang didapat oleh tim Dinas KUKM Perindag PPU akan diteruskan ke BB POM Samarinda untuk ditindaklanjuti.

Sedangkan Dinas KUKM Perindag PPU akan melakukan pembinaan kepada penjual untuk tidak memasok/menjual kembali bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Pengawasan yang dimulai sejak bulan Mei 2022 oleh Dinas KUKM Perindag PPU ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Fasilitator Pasar dan Bimbingan Teknis Pengelola Pasar yang diselenggarakan oleh BB POM Samarinda pada 11-12 Mei 2022 di Kantor UPT Pasar Penajam.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas. Pendampingan yang dilakukan oleh BB POM Samarinda ini akan berjalan hingga tahun 2023.

Melalui program ini, Ali Musthofa berharap Pasar Induk Penajam bebas dari bahan makanan berbahaya sehingga layak untuk dikonsumsi. Lebih lanjut, Ia juga mengharapkan dukungan agar program ini dapat terus berjalan dan berkesinambungan.

“Harapannya di UPT Pasar Induk Penajam, khususnya pasar-pasar di Penajam itu bebas formalin, bebas boraks, rhodamin B dan layak untuk dikonsumsi, sehingga anak-anak yg generasi berikut kita itu adalah cerdas tanpa ada obat-obat terlarang. Harapan yg kedua, pemerintah daerah memberikan anggaran, support terkait anggaran untuk alat-alat laboratorium khususnya di UPT Pasar sehingga kita berkesinambungan bisa nguji,” ungkapnya. (Adv/diskominfo/red)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *