Plt. Bupati PPU Hamdam Sambut Kunjungan MPR RI Beserta Jajaran Mentri di Kawasan IKN

PENAJAM – Plt. Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Hamdam bersama Ketua DPRD PPU John Kenedy menyambuat kunjungan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo beserta jajaran Mentri di Kecamata¬† Sepaku, Kabupaten PPU,¬† “Kamis (27/1).

Selain Kehadiran Ketua MPR RI beserta jajaran hadir juga dalam kunjungan Mentri Bappenas Suharso Manoarfa, Mentri PUPR Basuki Hadimuljono, Wakil Mentri Keuangan Suahasil Nazara serta Pangdam VI Mulawarman Mayjen Teguh Pujo Rumekso, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto.

Rombongan MPR RI beserta jajaran dan sejumlah mentri tersebut langsung mengunjungi Bendungan Air Sepaku Semoi yang menjadi salah satu sarana penunjang Ibu Kota Negara termasuk melihat secara langsung progres pembangunannya yang sampai saat ini terus dikerjakan pembangunannya oleh kementrian PUPR.

Selanjutnya Ketua MPR RI beserta jajaran MPR RI dan jajaran serta para menteri melihat langsung titik nol IKN dan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Baru.

Ditemui disela kunjungannya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan hari ini kami selaku pimpinan MPR RI beserta sejumlah jajaran dan  para mentri, termasuk utusan menteri dalam negeri dalam rangka melakukan kunjungan di Penajam Paser Utara untuk memastikan dan melihat langsung progres tentang rencana pembangunan IKN ini.

“Intinya secara geografis dan secara medan kami melihat secara langsung baik kawasan bendungan semoi sepaku, titik nol IKN, termasuk melihat lokasi bakal istana negara dengan target agustus 2024 bisa selsai pembanguannya untuk istana negara, “ucapnya.

Keyakinan ini tentunya didukung oleh banyak hal salah satunya karena kita memiliki mentri mentri yang mempunyai pengalaman yang luar biasa dan jam terbang yang sudh dibuktikan bagaimana  beliau ini yaitu Bappenas dan PUPR membangun trans Sumatra, Papua.

“Saya yakin dan percaya pada saatnya bisa diwujudkan, ini juga didukung oleh segala upaya yang ada termasuk wamenkeu hari juga ini ikut memastikan pembiayaanya tidak aka ada hambatan,”ujarnya.

Lanjut, Bamsoet juga menjelaskan pembangunan pemindahan ibu kota ini bukan sesuatu yang baru melainkan rencana sejak lama yang pertama digagas oleh bung karno sejak tahun 1957 di kalimatan di Palangkaraya.

Terlebih  makin kesini kebutuhan pemindahan Ibu Kota makin mendesak dalam upaya penyebaran dan pemerataan ekonomi di kawasan timur, juga untuk mengurangi beban pulau jawa khususnya Jakarta terhdap pertumbuhan populasi penduduk yang demikian luar biasanya.

“Artinya pemindahan ibu kota ini sudah sejak lama direncanakan dan di era presiden Joko Widodo ini bisa diwujudkan ketika RUU IKN ini dibentuk menjadi Undang Undang berkat upaya semua pihak, ” ujarnya.

Ia juga menegaskan kiranya seluruh elemen bangsa dengan ini wajib mendukung terwujudnya Ibu Kota Baru di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. (Humas/mad/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *