TENGGARONG – Kasus penganiayaan terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru-baru ini.

Bahkan, kasus tersebut sampai tahap penyekidikan oleh jajaran Satreskrim Polres Kukar. Pasalnya, aktivis binatang yang mengatasnamakan Animal Hope Shelter melaporkan secara resmi kasus tersebut ke Mapolres Kukar pada Selasa, (28/12/2021) lalu.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Dedik Santoso yang mengatakan bahwa benar ada laporan terkait kekerasan terhadap hewan yang terjadi di sekitar wilayah Loa Janan dan masuk dalam wilayah hukum Polres Kukar.

“Ada laporannya, masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (2/1/2022).

Ia menambahkan, tersangka masih belum ditangkap dan tengah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

“Kekerasan terhadap hewan ini baru pertama kali terjadi di Kukar sejak setahun ini,” pungkasnya.

Terpisah, Pendiri Animal Hope Shelter, Christian Joshua Pale menjelaskan, bahwa benar dirinya melaporkan adanya dugaan tindak penganiayaan terhadap binatang tersebut ke Mapolres Kukar.

“Kami dari malam sampai subuh baru selesai laporannya di Polres,” ungkapnya.

Joshua menjelaskan, laporan itu berawal dari informaai yang ia dapat pada 14 Desember 2021 lalu, dimana terjadi tindak kekerasan terhadap seekor anjing. Informasi itu berupa sebuah video yang beredar di dunia maya.

“Setelah mendapat info itu, saya langsung mengeceknya. Awalnya ada yang bilabg di kejadian itu di Jawa Timur, kemudian ada juga yang bilang kejadian iti di Binjai,” ujarnya.

Setelah ia kroscek, ditemukanlah titik koordinat pastinya yakni di sekitar wilayah Samarinda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dan kita temukan itu di group pelayaran. Setelah kita cari dan kita lakukan sayembara untuk mencari pelaku. Dan yang membalas sayembara itu istrinya dan dia mengaku yang divideo itu adalah suaminya,” ucapnya.

Lanjut dia, dirinya pun membalas jawaban dari istri terlapor tersebut dengan menyarankan untuk suaminya melakukan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka.

“Jadi kita minta istrinya untuk menyuruh suaminya membuat video permintaan maaf dan berjanji tidak melakukannya lagi,” katanya.

Namun ucap Joshua, istrinya tersebut malah mengabaikan dan balik menantang usai disarankan untuk membuat video klarifikasi tersebut.

“Kemudian kami menunggu sekitar dua minggu tapi gak ada itikad baik, akhirnya kami laporkan ke polisi,” tegasnya.

Dirinya berharap, pelaku penganiaayaan terse ut dapat segera ditangkap dan diproses hukum sesuai dengan perbuatannya.

“Ini sebagai bentuk efek jera kepada pelaku, sekaligus mengingatkan agaknkejadian ini tidak terulang kembali,” harap Joshua.(ak/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *