PENAJAM – Pasar Induk Babulu yang berada di kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten PPU. Peresmian pasar yang digagas sejak 2015 lalu ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Muliadi, Senin, (3/1) pagi.

Dalam peresmian ini tercatat ada sebabyak 433 Kios yang disiapkan bagi pedagang pasar tersebut. Sementara lokasi pasar lama yang jaraknya tidak berjahuan dengan pasar baru ini akan segera ditutup dan tidak diperkenankan lagi ada aktifitas para pedagan untuk berjualan dilokasi tersebut.

Dalam sambutannya Muliadi mengatakan bahwa melihat penting dan strategisnya pasar bagi pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Daerah juga terus mendorong pembangunan pasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Tentu saja dengan tetap memperhatikan kondisi dan potensi untuk dapat berkembang menjadi pusat ekonomi.

“Keberadaan pasar memiliki peran penting dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sebab selain sebagai pusat ekonomi dan tempat transaksi jual beli, pasar berperan pula sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat menengah bawah, “ujarnya.

Seperti diketahui bersama lanjut Muliadi, Pasar Babulu sebenarnya sudah lama berdiri, namun lokasinya yang dirasa sudah tidak memungkinkan, sehingga pemerintah berinisiatif merelokasi ke tempat yang lebih baik dari sebelumnya.

“Meski Pasar Babulu ini merupakan pasar tradisional, namun saya berharap manajemen pasar kedepannya perlu memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sehingga kesan pasar tradisional yang kumuh, kotor, bisa dihindari. Penataan pasar juga harus bisa dilakukan dengan maksimal, sehingga setara dengan pasar modern, “ harapnya.

“Saya juga berharap masyarakat bisa merasakan manfaat Pasar ini dalam jangka panjang. Rasa aman dan nyaman dalam bertransaksi baik bagi pedagang maupun pembeli harus bisa ditingkatkan lagi. Dan, kepada pengelola Pasar Babulu ini, Saya meminta agar dalam pengelolaannya benar-benar memperhatikan aspek pendayagunaan dan pemeliharaannya. Sehingga kedepan, keberadaan pasar mampu mengakomodasi berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat secara lebih baik, “tutupnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Disperindagkop PPU, Kuncoro mengatakan bahwa pasar Induk Babulu tersebut berdiri diatas lahan seluas lebih kurang 5 Haktare. Pembangunan pasar ini sudah direncanakan sejak 2015 lalu dan telah rampung pembangunannya sejak 2021 lalu melalui dana APBN.

“Kami berharap setelah diperesmiannya pasar induk Babulu ini aktifitas masyarakat khususnnya di kecamatan Babulu dapat melakukan transaksi jual beli dengan mudah dan nyaman dengan fasilitas yang memadai, “pungkasnya. (Humas/mas/red)

By

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *